Saturday, May 11, 2019

BAB I PENDAHULUAN




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang 
Menjadi seorang pengawas, khususnya dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, tidak bisa dilakukan serta merta. Dalam rekrutmen oleh instansi yang berwenang, seorang guru atau kepala sekolah harus mengikuti diklat kepengawasan dalam jumlah hari atau jumlah jam tertentu. Diklat ini dilakukan untuk mempersiapkan mereka dalam melaksanakan tugas-tugasnya di lapangan. Sebab guru atau kepala sekolah yang lolos rekrutmen pengawas atau akan ditugaskan sebagai pengawas akan menghadapi tugas yang berbeda,  meskipun mereka akan tetap berkomunikasi dengan guru dan kepala sekolah dalam tugasnya sehari-hari.
Demikian pula sebagai mahasiswa calon pengawas, tentu tidak cukup jika hanya berbekal ilmu atau teori-teori kepengawasan. Sebab aplikasi teori dan ilmu di lapangan, belum tentu selancar yang dibayangkan. Banyak kendala yang bisa menjadi masalah dalam pelaksanaan tugas. Beragam latar belakang  stakeholder yang dihadapi. Sehingga sebelum terjun ke tempat tugas yang semestinya, seorang mahasiswa tetap membutuhkan praktek langsung dilapangan.
Dari tempat praktek inilah banyak dijumpai permasalahan yang ada dalam pelaksanaan proses belajar mengajar yang membutuhkan dampingan dari seorang pengawas. Disatu sisi ada pengalaman yang bisa dijadikan pelajaran bagi praktikan pengawas. Kedua hal ini kemudian dievaluasi untuk memperoleh kesimpulan sementara. Selanjutnya menguji hasil praktek ini dengan diskusi dan mencari pendapat pembanding, baik secara literer maupun diskusi dengan pengawas pendamping yang lebih berpengalaman dalam melaksanakan pengawasan yang semestinya. Setelah selesai praktik, kemudian kami susun laporannya untuk menjadi bahan renungan bagi berbagai fihak yang bekepentingan dengan pelaksanaan PPL ini.
A.    Tujuan dan Sasaran  
    1. Tujuan
Tujuan praktek pengawasan ini adalah agar setelah mengikuti perkuliyahan dan praktek pengawasan dilapangan, mahasiswa memiliki pemahaman yang komperhensif terhadap tugas pokok dan fungsi pengawas serta memiliki pengalaman yang nyata dari tempat praktek kepengawasannya. Alhamdulillah tujuan ini dapat tercapai mskipun belum maksimal
   2. Sasaran
Sasaran praktek pengawasan ini adalah guru PAI di SMA Muhammadiyah Boarding School Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Jogyakarta. Sedangkan sasaran untuk penguasaan standar kompetensinya adalah mahasiswa S2 program pengawasan itu sendiri. Alhamdullillah praktik ini sudah dapat dilaksanakan meskipun ada beberapa hambatan, seperti lokasi yang agak jauh dari tempat tinggal, sedikitnya waktu yang dapat digunakan dan sebagainya.
B.   Kegiatan Praktek Pengawasan
Praktik pengawasan dimulai dengan penyerahan praktikan kepada fihak sekolah. Kemudian dengan bimbingan pengawas pndamping, praktikan melakukan praktek pengawasan dengan membagi diri menjadi beberapa kelompok. Masing-masing praktikan melakukan praktik kepengawasannya dengan seorang atau dua orang ustadz di SMA MBS.
Dalam perjalanannya, proses praktik ini juga terbantu dengan kemajuan tehnologi. Dimana komunikasi dan pengiriman berkas yang perlu dipelajarai masing-masing bisa melalui facebook maupun email. Sehingga persoalan jarak dan waktu bisa dikelola dengan lebih efektif dan efisien. Akhirnya praktik ini dapat berlangsung, meskipun belum maksimal.
Kegiatan pengawasan ini merupakan praktek pengawasan untuk mahasiswa S2 Program Pengawas di IAIN Surakarta. Dengan melakukan praktek lapangan, akan diperoleh pengalaman yang baik dan berguna setelah benar-benar menjadi  pengawas. Ataupun jika kembali tetap menjadi guru dan mungkin akan menjadi kepala sekolah. Pengalaman ini tetap akan berguna sebab sepanjang menjadi guru dan kepala sekolah juga akan berhubungan dan terkait dengan pengawas sekolah atau pengawas PAI. Kemajuan sebuah lembaga pendidikan tidak lepas dari peran ketiganya.
Praktek pengawasan ini dibatasi dengan melakukan supervisi akademik. Hal ini dilakukan karena luasnya cakupan tugas seorang pengawas, tentu waktu yang tersedia untuk praktek tidak mencukupi, jika harus melakukan praktek supervisi manajerial dan supervisi klinis. Namun dengan melakukan praktek supervisi akademik ini, seorang calon pengawas akan mengetahui sejauh mana supervisi akademik ini dilakukan dan bisa membandigkan serta menganalisa antara teori dan ilmu kepengawasan dengan realita di lapangan.
Pelaksanaan praktek supervisi akademik ini meliputi :
1. Menyusun Program Pengawasan yang meliputi :
a) Standar Isi, b) Standar Proses, c) Standar Kelulusan, d) Standar Penilaian.
2. Menyusun kisi-kisi instrumen pengawasan.
3. Melaksanakan Praktek Pengawasan, yang meliputi :
a). Mengadakan observasi, b). Menyiapkan perangkat guru (Silabus, Prota, Promes, dan RPP), c). Mengunjungi GPAI atau visitasi kelas, d). Mewawancarai guru PAI tentang kendala Tupoksinya dan membahas solusinya, e). Melihat dan memeriksa dokumen guru, f). Mengevaluasi poin-poin yang tersebut di atas, mulai a sampai e.
4. Pembinaan pada Guru PAI.
5. Mengkoordinasikan hal-hal yang berkenaan dengan pengawasan kepada Kepala Sekolah.
6.  Menggerakkan peningkatan mutu atau kualitas PBM (guru), mutu kepemimpinan dalam manajemen (Kepala Sekolah), dan pembinaan, pengembangan, monitoring dan evaluasi (Pengawas).
7. Menjadi Informal Leader.

No comments:

Post a Comment